- Factor keturunan
Ini terjadi karena turun temurun yang dilakukan oleh
sebuah keluarga tertentu, seorang ayah yang menjadi pengusaha akan menjadikan
anak pengusaha. Memang benar kata pepatah “buah yang jatuh tidak akan jauh dari
pohonnya”. Ini terjadi adanya doktrinisasi seorang ayah kepada anaknya yang
ingin jadi seorang pengusaha, di tambah lagi adanya bimbingan yang dilakukan
seorang ayah karena telah berpengalaman di bidang wirausaha.
- Factor keinginan dan cita-cita
Ketika anda telah lihat, bagaimana enaknya menjadi
seorang pengusaha, anda tentu akan tertarik di bidang wirausaha. Dengan
ketertarikan tersebut mungkin anda akan menghabiskan waktu anda untuk belajar
bagaimana menjadi seorang enterprenuer sejati, yang berani mengambil resiko di
dalam berbisnis. Mungkin juga anda akan ikut dalam pelatihan atau tranning
bagaiman cara memutarkan uang dengan profit yang banyak diikuti dengan resiko
minimum.
- Factor keterdesakan ekonomi
Ini juga merupakan salah satu factor yang menjadikan
seseorang jadi seorang pengusaha. Dengan keterdesakan ekonomi yang ia lalui,
mungkin ia berpikir bagaimana cara mengahasilkan uang. Dengan begitu, cara yang
sederhana untuk mendapat duit adalah membeli produk orang lain kemudian
menjualnya lagi.
Dengan
statemen-statemen yang telah diungkapkan diatas, menjadi seorang pengusaha
adalah pilihan kita. Namun yang menjadi masalah adalah bagaimana menjadi
seorang pengusaha sedangkan kita gak punya modal yang cukup, atau mungkin gak
punya sama sekali, buat memenuhi kebutuhan aja susah, apalagi buat modal buka
usaha, bisa-bisa gak makan seminggu gara-gara buka usaha yang belum tentu
berhasil.
Di
bawah ini saya akan mengungkapkan bahwa yang terutama yang harus dimiliki
seorang pengusaha bukanlah modal yang, tetapi mental yang menjadi prioritas utama. Banyak orang yang punya modal
tetapi takut untuk mengambil resiko di dalam berbisnis, akhirnya gak jadi. Dan
sebaliknya ada orang yang punya mental kuat namun gak punya modal untuk memulai
bisnis. Coba anda pilih mana yang anda inginkan ketika dihadapi oleh dua
situasi tersebut, dengan tegas saya akan memilih mental yang kuat daripada
modal yang banyak, karena saya berpikir dengan mental yang kuat saya akan bisa
mencari modal dan mencari relasi dengan orang banyak. Dengan mental yang kuat
saya akan mengajak teman-teman saya untuk bekerja sama dengan saya, dengan
bermodalkan mental yang kuat ini, mereka akan percaya dengan bisnis yang akan
saya rintis ini. Dan sebaliknya ketika mental tidak anda miliki, anda akan
kewalahan didalam memualai, bagaimana tidak, usaha yang anda mau rintis takut
rugi, dan tidak ada investor yang mau bergabung. Anda aja gak yakin sama diri
sendiri.. gimana dengan orang lain, gimana orang mau yakin modal yang ia
tanamkan akan berhasil di tangan anda, sedangkan anda sendiri aja gak yakin.
Hal
ini menunjukkan bahwa modal bukanlah masalah kawan.. yang menjadi masalah
adalah mentalmu bro…. siap nggak mengambil resiko didalam berbisnis...? Setelah
anda siap yakinlah..yaikinlah …. dan yakinlah….!! untuk mendapatkan modal itu
akan gampang, dan mungkin bisa saja teman anda akan mau kerjasama dengan anda.
jadi sekali lagi saya katakan stop untuk menyalahkan tidak ada modal. Karena
itu bukan jadi alasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar